global warming | efek rumah kaca

Global warming 2Apakah Efek Rumah Kaca merupakan proses alami?Ya!
Efek Rumah Kaca terjadi alami karena memungkinkan kelangsungan hidup
semua makhluk di bumi. Tanpa adanya Gas Rumah Kaca, seperti
karbondioksida (CO2), metana (CH4), atau dinitro oksida (N2O), suhu
permukaan bumi akan 33 derajat Celcius lebih dingin. Sejak awal jaman
industrialisasi, awal akhir abad ke-17, konsentrasi Gas Rumah Kaca
meningkat drastis. Diperkirakan tahun 1880 temperatur rata-rata bumi
meningkat 0.5 – 0.6 derajat Celcius akibat emisi Gas Rumah Kaca yang
dihasilkan dari aktivitas manusia.Apa buktinya bahwa Efek Rumah Kaca itu benar-benar terjadi ?Melalui beberapa bukti berikut:-
Pertama, berdasarkan ilmu fisika, beberapa gas mempunyai kemampuan
untuk menahan panas. Tak ada yang patut diragukan dari pernyataan ini.-
Kedua, pengukuran yang dilakukan sejak tahun 1950-an menunjukkan
tingkat konsentrasi Gas Rumah Kaca meningkat secara tetap, dan
peningkatan ini berhubungan dengan emisi Gas Rumah Kaca yang dihasilkan
industri dan berbagai aktivitas manusia lainnya.- Ketiga, penelitian menunjukkan udara yang terperangkap di dalam gunung estelah berusia 250 ribu tahun . Artinya:·
Konsentrasi Gas Rumah Kaca di udara berbeda-beda di masa lalu dan masa
kini. Perbedaan ini menunjukkan adanya perubahan temperatur· Konsentrasi Gas Rumah Kaca terbukti meningkat sejak masa praindustri.Apa sajakah yang termasuk dalam kelompok Gas Rumah Kaca?

Yang
termasuk dalam kelompok Gas Rumah Kaca adalah karbondioksida (CO2),
metana (CH4), dinitro oksida (N2O), hidrofluorokarbon (HFC),
perfluorokarbon (PFC), sampai sulfur heksafluorida (SF6). Jenis GRK
yang memberikan sumbangan paling besar bagi emisi gas rumah kaca adalah
karbondioksida, metana, dan dinitro oksida. Sebagian besar dihasilkan
dari pembakaran bahan bakar fosil (minyak bumi dan batu bara) di sektor
energi dan transport, penggundulan hutan , dan pertanian . Sementara,
untuk gas rumah kaca lainnya (HFC, PFC, SF6 ) hanya menyumbang kurang
dari 1% .Darimanakah emisi karbondioksida dihasilkan ?Sumber-sumber emisi karbondioksida secara Global dihasilkan dari pembakaran bahan bakar fosil (minyak bumi dan batu bara):- 36% dari industri energi (pembangkit listrik/kilang minyak, dll)- 27% dari sektor transportasi- 21% dari sektor industri- 15% dari sektor rumah tangga & jasa- 1% dari sektor lain -lain. Apakah penghasil utama emisi karbondioksida?Sumber
utama penghasil emisi karbondioksida secara global ada 2 macam.
Pertama, pembangkit listrik bertenaga batubara. Pembangkit listrik ini
membuang energi 2 kali lipat dari energi yang dihasilkan. Semisal,
energi yang digunakan 100 unit, sementara energi yang dihasilkan 35
unit. Maka, energi yang terbuang adalah 65 unit! Setiap 1000 megawatt
yang dihasilkan dari pembangkitlistrik bertenaga batubara akan mengemisikan 5,6 juta ton karbondioksida per tahun!Kedua,
pembakaran kendaraan bermotor. Kendaraan yang mengonsumsi bahan bakar
sebanyak 7,8 liter per 100 km dan menempuh jarak 16 ribu km, maka
setiap tahunnya akan mengemisikan 3 tonkarbondioksida ke udara!
Bayangkan jika jumlah kendaraan bermotor di Jakarta lebih dari 4 juta
kendaraan! Berapa ton karbondioksida yang masuk ke atmosfer per tahun?

Categories: Uncategorized | Leave a comment

Post navigation

Silakan berkomentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: